Tampilkan postingan dengan label KEHIDUPAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEHIDUPAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2011

TOKO SUAMI

Sebuah toko yang menjual suami
baru saja dibuka di
kota New York dimana wanita
dapat memilih suami.
Diantara instruksi-instruksi yang
ada di pintu masuk terdapat instruksi yang
menunjukkan bagaimana aturan
main
untuk masuk toko tersebut. “ Kamu hanya dapat mengunjungi
toko ini SATU KALI ” Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana
setiap lantai akan menunjukkan
sebuah calon kelompok suami.
Semakin tinggi lantainya, semakin
tinggi pula nilai lelaki
tersebut. Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu
dapat memilih lelaki di lantai
tertentu atau lebih memilih ke
lantai berikutnya tetapi dengan
syarat tidak bisa turun ke lantai
sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko... Lalu, seorang wanita
pun pergi ke toko “ suami” tersebut untuk mencari suami.. Di lantai 1 terdapat tulisan seperti
ini : Lantai 1: Lelaki di lantai
ini memiliki pekerjaan dan taat pada
Tuhan
Wanita itu tersenyum, kemudian dia
naik ke lantai selanjutnya. Di lantai 2 terdapat tulisan seperti
ini: Lantai 2: Lelaki di lantai
ini memiliki pekerjaan, taat pada
Tuhan, dan senang anak kecil
Kembali wanita itu naik ke lantai
selanjutnya. Di lantai 3 terdapat tulisan seperti
ini : Lantai 3: Lelaki di lantai
ini memiliki pekerjaan, taat pada
Tuhan, senang anak kecil dan
cakep banget.
“ Wow” , tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik. Lalu sampailah wanita itu di lantai 4
dan terdapat tulisan
Lantai 4 : Lelaki di lantai ini yang
memiliki pekerjaan, taat pada
Tuhan, senang anak kecil, cakep
banget dan suka membantu pekerjaan rumah.
“ Ya ampun !” Dia berseru, “ Aku hampir tak percaya ” Dan dia tetap melanjutkan ke lantai
5 dan terdapat tulisan
seperti ini:
Lantai 5 : Lelaki di lantai ini memiliki
pekerjaan, taat pada Tuhan,
senang anak kecil, cakep banget, suka membantu pekerjaan
rumah, dan memiliki rasa romantis. Dia tergoda untuk berhenti tapi
kemudian dia melangkah
kembali ke lantai 6 dan terdapat
tulisan seperti ini:
Lantai 6 : Anda adalah pengunjung
yang ke 4.363.012. Tidak ada lelaki di lantai ini. Lantai ini
hanya semata-mata bukti untuk
wanita yang tidak pernah puas.
Terima kasih telah berbelanja di
toko “ Suami” . Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang
indah buat anda. =================================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara
Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001
Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta:
Idea Press. Volume 2. Hal. 288-289. ISBN 978-6028-686-938.

Kamis, 24 Februari 2011

SEGITIGA CINTA !

Artikel ini bagus banget untuk jadi
bahan renungan setiap orang....
Apa pun status Anda saat ini....
menikah, cerai, belum menikah,
ingin menikah, pacaran menuju
pernikahan, dalam perselingkuhan, dan apa pun itu deh.... Segitiga Cinta
Ada banyak alasan orang untuk
menikah. Ada yang bilang bahwa
pasangannya enak diajak bicara.
Ada yang bilang pasangannya
sangat perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan
pasangannya. Ada yang bilang
pasangannya macho atau sexy.
Ada yang bilang pasangannya
pandai melucu. Ada yang bilang
pasangannya pandai memasak. Ada yang bilang pasangannya
pandai menyenangkan orang tua.
Pendek kata kebanyakan orang
bilang dia COCOK dengan
pasangannya. Ada banyak alasan pula untuk
bercerai. Ada yang bilang
pasangannya judes, bila diajak
bicara cenderung emosional. Ada
yang bilang pasangannya sangat
memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah
yang setia menunggu. Ada yang
bilang pasangannya sangat
pendiam, tidak dapat bertindak
cepat dalam situasi darurat,
sehingga merasa kurang terlindungi.
Ada yang bilang pasangannya
kurang menggairahkan.
Ada yang bilang pasangannya gak
nyambung kalau bicara. Ada yang
bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis. Ada
yang bilang pasangannya tidak
dapat mengambil hati mertuanya.
Pendek kata kebanyakan orang
bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI
dengan pasangannya. Kebanyakan orang sebetulnya
menikah dalam ketidak cocokan.
Bukan dalam kecocokan. Dr. Paul
Gunadi menyebut kecocokan-
kecocokan diatas sebagai sebuah
ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok
tidak akan serta merta berubah
menjadi tidak cocok setelah mereka
menikah. Ada hal-hal yang hilang setelah
mereka menikah, yang sebelumnya
mereka pertahankan benar-benar
selama pacaran. Sebagai contoh,
pada waktu pacaran dua sejoli akan
saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang
lain, saling menghargai, saling
mencintai. Lalu apa yang dapat
menjadi pengikat yang mampu
terus mempertahankan sebuah
pernikahan, bila kecocokan- kecocokan itu tidak ada lagi?
Jawabannya adalah KOMITMEN.
Seorang kawan saya di Surabaya
membuat sebuah penelitian,
perilaku selingkuh kaum adam
pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari anak /isterinya. Apa
yang membuat pria-pria tersebut
selingkuh tidak perlu dijabarkan
lagi. Tetapi apa yang membuat pria-
pria tersebut bertahan untuk tidak
selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu :
KOMITMEN. Hanya komitmen yang kuat mampu
menahan gelombang godaan dunia
modern pada waktu seorang pria
berada jauh dari keluarganya.
Begitu pula sebaliknya, pada kasus
wanita yang berselingkuh. Komitmen adalah sebagian dari
cinta dalam definisi seorang
psikolog ternama bernama
Sternberg. Dia menyebutnya
sebagai "triangular love" atau
segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi : Intimacy
(keintiman), Passion (gairah) dan
Commitment (komitmen). Sebuah
cinta yang lengkap dalam sebuah
rumah tangga selayaknya memiliki
ketiga hal diatas. Intimacy atau keintiman adalah
perasaan dekat, enak, nyaman, ada
ikatan satu dengan yang lainnya. Passion atau gairah adalah
perasaan romantis, ketertarikan
secara fisik dan seksual dan
berbagai macam perasaan hangat
antar pasangan. Commitment atau komitmen adalah
sebuat keputusan final bahwa
seseorang akan mencintai
pasangannya dan akan terus
memelihara cinta tersebut "until
death do us apart". Itulah segitiga cinta karya Sternberg
yang cukup masuk akal untuk
dipelihara dalam kehidupan rumah
tangga. Bila sebuah relasi
kehilangan salah satu atau lebih
dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta
yang lengkap dalam konteks
hubungan suami dan isteri,
melainkan akan menjadi bentuk-
bentuk cinta yang berbeda. Sebagai contoh : Bila sebuah relasi hanya berisi
intimacy dan commitment saja,
maka relasi seperti ini biasa disebut
sebagai persahabatan. Bila sebuah relasi hanya bersisi
passion dan intimacy saja tanpa
commitment, maka ia biasa disebut
sebagai kumpul kebo. Bila sebuah relasi hanya
mengandung passion saja tanpa
intimacy dan commitment, maka ia
biasa disebut sebagai infatuation
(tergila-gila) . Nah, bagaimana bentuk cinta
anda... ???
============================================ Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara
Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001
Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta:
Idea Press. Volume 1. Hal. 204-206.
ISBN 978-6028-686-938.

Minggu, 20 Februari 2011

KESETIAAN !

Mungkin kisah yang terjadi di kota
Amman, Jordania, tergolong
langka, unik sekaligus
mengundang geli. Seorang pria
Jordania yang bernama Bakr
Melhem merasa kesepian karena hidup terpisah dengan istrinya yang
berada di luar kota. Pria ini iseng-
iseng “ berselingkuh ” dengan wanita lain dalam dunia maya
melalui chatroom (ruang ngobrol)
di internet. Setelah tiga bulan saling
chatting, mereka benar-benar
merasa cocok dan saling jatuh cinta.
Bahkan sepasang kekasih di dunia maya ini berniat menikah. Mereka
lantas membuat janji untuk bertemu
di sebuah tempat. Namun saat
mereka berdua bertemu, mereka
terkejut dan terkesima. Bukannya
apa-apa, tapi ternyata “ wanita selingkuhan ” di internet ini adalah istrinya sendiri. Kontan saja mereka
berdua saling menuduh bahwa ia
pasangan yang tidak setia. Rencana
perkawinanpun batal dan
sebaliknya mereka berdua sepakat
untuk cerai karena satu sama lain tidak setia! Kesetiaan memang menjadi barang
langka bagi peradaban dunia
modern ini. Begitu mudahnya
seorang suami berselingkuh
dengan wanita lain, sementara itu si
istri juga tidak mau kalah dan segera mencari pria idaman lain
(PIL). Ujung-ujungnya pun sudah
bisa ditebak, mereka memutuskan
untuk cerai. Yang menyedihkan, hal
yang seperti ini tidak hanya terjadi
di kalangan orang yang tidak kenal Tuhan, sebaliknya banyak orang
“ yang kelihatannya taat beragama ” juga bercerai karena tidak ada lagi
kesetiaan. Semua ketidaksetiaan ini biasanya
dipicu oleh pendapat umum yang
berkata bahwa rumput tetangga
memang selalu terlihat lebih hijau
dibandingkan dengan rumput di
halaman kita sendiri. Terjebak dengan pandangan yang seperti ini
membuat satu sama lain
mengorbankan kesetiaan demi
mendapatkan sesuatu yang lebih
“ hijau” , padahal kenyataannya tidak seperti itu. Perbedaan pendapat memang
kerap kali terjadi dan kekurangan-
kekurangan pasangan kita
memang akan semakin terlihat,
tetapi itu bukan berarti melegalkan
ketidaksetiaan kita. Justru di saat kita melihat ada kekurangan dan
kelemahan di sana sini, tugas
kitalah untuk menutup dan menjadi
pelengkap baginya. Andaikata
setiap orang punya pandangan
seperti ini, tentu ketidaksetiaan dan perselingkuhan bisa ditekan sampai
titik nol! Tidak ada yang melegalkan
ketidaksetiaan, termasuk
kekurangan dan kelemahan
pasangan kita
======================================== Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara
Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001
Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta:
Idea Press. Volume 1. Hal. 132-133.
ISBN 978-6028-686-938.